kalibiru
sunrice merapi
pantai tersirat
Tuk si Bedug
Pasar Bubrah, Merapi
Candi Ijo
Taman Pelangi, Jogjakarta
Curug Silawe
Share

Hallo semuanya….
Udah mau musim liburan ni… Udah ada rencana liburan kemana? Kali ini aku akan membagikan sedikit cerita blusukan ku di perbatasan Purworejo (Jateng) dan Kulon Progo (DIY). Tepatnya di bawah Goa Saplawan, yaitu desa wisata Kaligono.
Nama wisatanya adalah curug si klothok dan curug silangit. Cukup asing di telinga kita. Memang, karena objek wisata ini kurang begitu tereksplor oleh pemerintah setempat. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh melalui Purworejo maupun Kulon Progo. Jika dari Purworejo, langsung saja ke arah goa saplawan, kemudian menuju ke desa Kaligono. Jika dari Kulon Progo, silahkan menuju ke arah goa Kiskendo, kemudian ada pertigaan. Jika ke kiri ke Goa Saplawan, maka kita ambil ke kanan, menuju Purworejo. Jika dari Kulon progo, rem kendaraan Anda harus bener-bener pakem, karena turunannya sangat tajam.
Ketika sudah sampai di pintu masuk kawasan wisata curug, Anda masih harus berjalan sekitar 1-1.5km dari pintu masuk ke curug Si Klothok. Dan dari curug Si Klothok ke curug Silangit, hanya berjarak 150 meter.

Curug Si Klothok  dan curug Silangit memang tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 10 – 15 meter saja. Namun, keindahan alam yang ada disekitar yang menambah daya tarik curug ini. Kata warga setempat, ada satu lagi curug yang letaknya di atas curug Silangit, namun harus menyusuri sungai dan mencari jalan sendiri. Menurut warga setempat, curug tersebut angker. Curug tersebut berada tepat di bawah Goa Saplawan.
Oiya… di curug Si Klothok dan Curug Silangit, terdapat tiga kedung yaitu: kedung lesung, kedung kuali, dan kedung sedandang. Kedung merupakan kubangan air yang dalam. Di dalam kubangan tersebut, terdapat arus atas dan arus bawah. Menurut cerita dari warga, di masing-masing kedung terdapat ikan sidat. Suatu ketika ada orang yang menangkap sidat yang berada di Kedung Kuali, dan setelah dijual laku jutaan. Namun, setelah itu Kedung Kuali tersebut memakan korban, yaitu sepasang laki-laki dan perempuan. Semenjak saat itu, ikan sidat yang ada di Kedung tersebut tidak ditangkap.