kalibiru
sunrice merapi
pantai tersirat
Tuk si Bedug
Pasar Bubrah, Merapi
Candi Ijo
Taman Pelangi, Jogjakarta
Curug Silawe
Share

“Ayo mendaki Pak Irfan!”, ajak waka Kesiswaan Pak Firman Hasa. 

“Ayok lah…. Emang mau mendaki kemana?”, kataku bersemangat.

“Gak ngerti juga. Enaknya dimana Pak?”

“Lha siapa aja? Udah pernah mendaki sebelumnya atau belum?”, tanyaku datar.

“Ya kelompok mentoringku sama Pak Cahyo sama Pak Rizki dan kamu. Yang udah pernah mendaki Pak Cahyo, Pak Rizki, Fawwas, Ashidiqi.”, jelasnya

“Ooo… hemmm… (berfikir sejenak). Gimana kalo Sumbing atau Sindoro?” tawaranku singkat.

“Gak Merbabu atau Lawu saja Pak?”, tawarnya.

“(kalo Lawu dan Merbabu saya sudah pernah…males banget kalo dua gunung itu….),”batinku.

“Kalo Merbabu, perjalannya melelahkan, dan panjang banget track-nya. Perlu 9 jam. Kalo Lawu, dingiiin banget. Ya mending kalo gak Sindoro ya Sumbing. (padahal belum pernah ke sana dan belum tau medannya)”,kataku menawar.

“Yang medannya menantang yang mana Pak?” Tanya Pak Firman antusias.

“Ya Sumbing lah”, jawabku seolah-olah udah tahu medan.

Akhirnya terjadi kesepakatan bahwa akan diadakan sebuah pendakian, dan Gunung Sumbing adalah tujuannya. Setelah beberapa hari, akhirnya ada 14 orang terdiri dari 3 guru yaitu: Pak Irfan, Pak Firman, dan Pak Rizki, dan 9 siswa yaitu: Fawwas, Hisyam, Zaki, Ayyas, Mumtaz, Angger, Mufid, Aim, Ihsan, serta 2 alumni yaitu: Ashidiqi dan Aher. Pendakian direncanakan tanggal 11-12 Oktober 2014.

Setelah beberapa hari berselang, Sabtu bersejarah itupun datang. Sebelum sekolah, pagi-pagi sekali aku mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan untuk pendakian agar sekalian dibawa waktu sekolah. Sebelum pukul 07:00, aku sudah berada di SMAIT ABU BAKAR dengan selamat dengan membawa tas carier 70 liter.

Setelah KBM selesai jam 12:00, para pendaki sholat Dzuhur dan makan yang sudah dibungkuskan oleh Mulia Catering. Menurut jadwal, kami berangkat jam 13:00 dan tiba di basecamp jam 16:00. Tapi karena terjadi misscomunication antara Mulia Trans dengan pihak penyewa, akhirnya kami berangkat jam 14:00 dan sampai di basecamp jam 19:00.

eh…maaf, orang yang ada di foto basecamp tersebut bukan para pendaki kelompok kami. 

Setelah persiapan selesai, kami mulai melakukan pendakian jam 20:00 lewat jalur lama, karena jalur baru ditutup. Seperti biasa, pertama kali mendaki pasti bersemangat… ada yang melesat duluan, dan aku tercecer di belakang. Sebelum tiba di Pos I, mendadak langkah kami terhenti. “Ihsan, kamu kenapa?”tanyaku. “Dingin banget pak”, jawabnya lirih. “Ada jaket yang lain”, tanyaku. “Gak ada pak, Cuma yang saya pake saja”, jawabnya. Sontak aku agak terkejut mendengar jawabnnya. Setelah berfikir beberapa saat, aku tawarkan untuk kembali ke basecamp saja, dan dia pun setuju. Akhirnya ku antarlah dia pulang menuju basecamp dan aku meminta Pak Firman untuk meng-SMS call center untuk member tahu bahwa ada pendaki yang mengalami hipo dan sedang menuju ke basecamp dan aku juga minta beberapa orang untuk menjaga tasku yang kutinggal, sementara aku membawakan tas carier Ihsan. Sesaat sebelum sampai di pemukiman warga, kami ketemu sama tim Rescue dan aku menyerahkan Ihsan agar mendapat penanganan. Aku pun kembali mendaki [lagi].

Berawal dari situlah kami terbagi menjadi dua kelompok pendakian. Kelompok pertama dipimpin oleh Pak Rizki dan Pak Firman dengan anggota Mufid, Mumtaz, Zaki, Ayyas, Mumtaz, Angger, Aim, dan Aher. Sedangkan kelompok kedua ada Fawwas, Hisyam, Ashidiqi, dan aku. Setelah berjalan beberapa jam akhirnya kelompok pertama sampai di Pos Pestan dan kelompok kedua sampai di Pos III. Kelompok kedua, Fawwas dan Ashidiqi melanjutkan perjalanan ke Pos Pestan karena tenda dibawa kami semua. Sedangkan aku dan Hisyam mendirikan tenda di Pos III, karena Hisyam kecapekan. Setelah tenda berdiri, aku berniat masak air buat menghangatkan badan. Dan ternyata….kami berdua tidak membawa gas. Beruntung ada rombongan dari Jogja yang nge-camp disitu juga, dan aku meminjam gas sekaligus kompornya. Kami pun selamat dari kelaparan dan bisa menikmati kopi dan mie telur. Setelah makan selesai, aku menawarkan ke Hisyam mau melanjutkan lagi atau tidak. Dan dia memilih tidak. Aku pun melanjutkan pendakian lagi.

Beberapa menit berselang, sampailah di Pos Pestan tempat kelompok pertama nge-camp. Dan disana ku ketahui bahwa Pak Rizki, Zaki, Aher, Ayyas, dan Mufid telah melanjutkan perjalanan ke Pos Watu Kotak. Di Pos Pestan, aku istirahat sebentar dan mengajak orang yang pengin melanjutkan pendakian. Akhirna, aku bersama Fawwas dan Angger yang melanjutkan pendakian, tujuan kami adalah Pos IV Watu Kotak.

Jam 03:30 kami tiba di Pos IV Watu Kotak, dan disana aku dan yang lain beristirahat sebentar, makan mie goreng berkuah dan minum kopi panas. Setelah Shubuh kami belum memutuskan untuk sampai ke puncak atau enggak. Baru setelah jam 06:00, setelah berfoto-foto aku memutuskan ke Puncak Buntu.

Setelah berfoto-foto ria, aku, pak Rizki, Mufid, dan Aher melanjutkan perjalanan ke Puncak Buntu. Sedangkan Angger, Fawwas, dan Aim menyusul. Dari Pos Watu Kotak diperlukan waktu 60 menit untuk bisa sampai ke Puncak Buntu. Medan yang harus dilalui pun cukup membuat kami berkeringat.

Jam 08:00 kami turun dari puncak. Setelah sampai di Pos Watu Kotak, aku meninggalkan pak Rizki, Aher, dan Mufid. Kira-kira sejam lebih aku sudah sampai di Pos Pestan tempat camp Pak Firman dkk. Disana aku rehat sebentar minum kopi, ngemil dan tidur kurang lebih sejam. Lumayan lah…

Kira-kira jam 11:30, kami (seluruh anggota) siap turun gunung. Target jam 14:00 sudah sampai di basecamp, dan jam 15:00 mulai perjalanan pulang ke Jogja. Ternyata perjalanan turun gunung banyak tantangannya. Salah satunya adalah debu dan kehabisan air minum. Memang untuk mendaki Gunung Sumbing peralatannya harus lengkap, termasuk masker dan kacamata.

 

Kalau tidak hati-hati dalam menapak, akan terpeleset dan jatuh.

 Sayang disayang, tidak semua pendaki yang konon para pecinta alam, tidak menyayangi alam secara nyata. Masih banyak ditemukan sampah para pendaki dan ranting-ranting pohon ditebangi.

Finally, jam 16:30 kami seluruh rombongan siap kembali ke Jogja, dan jam 20:20 kami sampai di SMAIT ABU BAKAR dengan selamat sesuai dengan tujuan kami.

“Tujuan utama dalam sebuah pendakian adalah kembali ke tempat asal (rumah) dengan selamat. Jika sampai Puncak, itu adalah sebuah bonus pencapaian”

Ini ceritaku. Kompleksitas pendakian Sumbing.

 

Share
Share

Begitu mendengar Kota Wonosobo, pasti yang terlintas pertama kali adalah Kawasan wisata Dieng dan makanan khasnya yaitu mie ongklok. Kawasan wisata dieng memang menjadi salah satu pusat pariwisata unggulan yang ada di Wonosobo. Di kawasan Dieng, terdapat beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, diantaranya Kawah Sikidang, Kawah Condrodimuko, Candi Arjuna, Telaga Warna, dan tempat wisata yang akhir akhir ini sedang booming adalah Si Kunir.

Namun, wisatawan yang menginginkan jelajah alam, ataupun yang ingin belajar mendaki, Gunung Prau dapat menjadi alternatifnya. Gunung Prau terletak di perbatasan Kabupaten kendal dan Kabupaten Wonosobo tepatnya di Desa Petakbenteng. Gunung ini memiliki ketinggian 2.565 mdpl. Tidak terlalu tinggi dan dapat ditempuh selama 2 jam. Untuk melakukan pendakian di gunung ini, para pendaki dapat menuju ke Basecamp pendakian yang berada di sekitar Masjid Al-amin, sebelah kiri jalan (dari arah kota).

Gunung Prau termasuk ke dalam Gunung yang memeiliki puncak terluas di Indonesia. di Kawasan puncaknya, terdapat bukit Teletubies, yang sangat indah. Di puncak gunung juga dapat melihat gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, dan Slamet. Hal yang perlu diperhatikan ketika mendaki gunung ini adalah jalur pendakian yang mayoritas licin karena jenis tanahnya. Jika Anda tertarik, silahkan mengunjungi Puncak Gunung Prau.

Share
Share

Asalamuallaikum, nama saya husein nur wijaya , pada kesempatan ini saya mau menceritakan sebuah perjalanan wisata saya , kali ini saya berwisata alam / bisa juga di sebut adventure, yaitu adventure ke gunung merapi, tepatnya pada sebulan yang lalu saya mendaki ke gunung merapi,ini merupakan pendakian pertama kali saya, saya mendaki ke merapi berenam yaitu dengan saudara-saudara ku.  Kami berangkat dari rumah pada pukul 15.30 wib, dan sampai di boyolali sudah adzan magrib , dan kami putuskan untuk sholat magrib sekaligus menjamak sholat isyak di masjid sekitar daerah itu, dan setelah sholat kami pun berhenti di warung makan untuk mengisi perut terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

 

Dan sampailah di tempat registrasi / tempat peristirahatan terakhir bagi yang mau mendaki ke gunung merapi, pada saat itu jam menunjukan pukul 19.30 wib, kami segera berdoa bersama dan mulai mendaki ke gunung merapi , seumur hidup baru sekali ini saya mendaki gunung  dan itu pun langsung mendaki ke gunung ter aktif di indonesia. Di setiap langkah kaki ini aku berpikiran macam-macam , entah mulai dari hal yang terkecil sampai hal yang berat, kabut pun mengiringi perjalanan kami dan parahnya lagi disaat perjalanan baru mendapatkan seperempat  hujan pun membasahi tubuh kami, ya ALLAH rasanya dingin sekali tubuh ini dan semakin ke atas semakin dingin rasanya .

Post satu akhirnya terlihat juga oleh mata ini , “yes berarti tinggal beberapa langkah lagi saya akan menginjakan kaki di puncak merapi” itulah yang aku katakan , lalu perkataanku itu di sambut oleh saudaraku dengan tepuk tangan, katanya itu belum seberapa  perjalanan masih panjang , masih ada dua pos lagi dan itu pun sekitar 2.5 jam lagi. Aduh ternyata masih jauh sekali perjalananya, saya mulai terpikir lagi , apakah aku bisa nyampe puncak merapi , orang baru segini aja aku udah ngeluh kecapean.

 

 

 

 

 

                                                                                                                             

 

 

Semakin ke atas hujan semakin lebat , kami putuskan untuk memakai mantrol, akhirnya langkah- demi langkah terlewati juga meskipun seringkali break untuk mengisi stamina lagi , di sela-sela break saya sempatkan untuk menontong sepak bola yaitu antara barcelona dan real madrid. Dan kini tak terasa kami sudah sampai di pos 2 yang letaknya ada di puncak bukit batu, setelah melewati pos 2 pos selanjutnya yaitu pasar bubrah , untuk menuju ke pasar bubrah untungnya jalannya sudah tidak terlalu extrem lagi, namun kabutnya menjadi tambah tebal sekali sehingga jarak pandang hanyalah 1-2m saja , dan ketika di perjalanan saya di suruh hati-hati oleh saudara saya, pasalnya dikanan dan kiri kita itu jurang semua ,  langkah kami saat menuju ke pos 3 sempat terhenti, karena hujan yang tambah lebat serta kabut dan angin pegunungan yang sangat dingin , tidak sengaja kami menemukan gua kecil dan kami putuskan untuk berhenti sejenak di gua itu agar kami tidak kedinginan,  pasar bubrah akhirnya kita sampailah disana, saya sempat bingung dan sempat bertanya-tanya mana bekas pasarnya , karena disana saya hanya melihat seperti batu-batuan yang besar saja  tidak melihat bekas pasar. Kemudian sampailah kita di sebuah tugu yang dimana di tugu itu tertuliskan sebuah nama seorang sahabat yang mendaki ke gunung merapi dan dia gugur di situ , kami berdoa sejenak untuk mengenang mereka dan untuk memantapkan hati bahwa kita bisa sampai puncak.  Lalu kita mencari tempat yang strategis untuk mendirikan tenda untuk kami bermalam, kami mendirikan 2 tenda yang satu tenda buat cewek dan yang satu tenda buat yang cowok. Saya tertidur dengan menggunakan jaket gunung yang tebel banget supaya tidak kedinginan pastinya , alarm ku tiba-tiba berbunyi , yang dimana sudahh menunjukan waktu sholat subuh , aku bergegas keluar dari tenda untuk mencari air untuk berwudhu , subhanaallah  ketika aku keluar tenda udara dingin beserta embun yang diselimuti oleh kabut menyambutku, lantas saya bergegas mencari air, tapi ternyata tidak menemukan sedikitpun ada air disana, dan akhirnya saya sampai di pinggir jurang, nah disanalah saya putuskan untuk tayamum dan sholat subuh di batu besar itu.

                                                                                          

 

 

 

 

 

 

 

Setelah sholat saya sempatkan untuk berjalan-jalan sendiri di pasar bubrah , subhanaallah sungguh indah sekali alam ciptaan Allah ini  dan disaat itu aku sempat berhenti sebentar di dekat jurang untuk melihat pemandangan indah yaitu gunung merbabu yang diselimuti kabut, dan di saat itulah saya merasakan hembusan angin yang sangat dingin, lalu saya merentangkan tangan sejenak untuk melawan angin itu seperti di film titanik gitu, eeee ternyata tidak disangka tiba-tiba di kaos tangan yang saya pakai terdapat es yang menyelimutinya. Rasanya senang sekali saya bisa merasakan hal itu ingin sekali rasanya membawa es itu pulang tapi tidak mungkin terjadi sih , hehehe

Dan selang beberapa saat saya pun mulai  bisa melihat puncak merapi, kepalaku tergeleng-geleng melihatnya, seakan saya tidak percaya bahwa saya sekarang sedang di dekat puncak merapi yang kurang lebih 1 km jarak dimana saya berdiri ini. Yaallah indah sekali negri ini...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berhubung yang lainya pada belum bangun, maka sayang sekali tidak ada yang bisa mengabadikan gambar saya di pagi itu, jam sudah menunjukan pukul 06.15 wib, saya pun membangunkan mereka, karena pada saat itu kabut tebal sudah mulai agak kurang , lalu kami sempatkan untuk makan mie rebus terlebih dahulu sebelum berjalan menuju ke puncak tertinggi di gunung merapi, sebelum mulai mendaki kita juga mengadakan upacara singkat untuk berdoa sejenak agar diberi keselamatan ketika mendaki di atas.

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah kami upacara selesai selanjutnya semua  barang kami masukan di dalam tenda terlebih dahulu , dan mulailah kita untuk berjalan mendaki ke puncak. Ternyata perjalanan menuju ke puncak lebih extrem, kita harus extra hati-hati karena yang kita lalui adalah medannya berpasir,ber batu,berdebu,dan satulagi yaitu berbahaya . apabila kalian pernah melihat film 5cm seperti itulah suasananya ketika mendaki , ketika saya sampai di tengah perjalanan saya menengok kebelakang , dan ternyata apa yang terjadi , yang terjadi adalah pemandangan yang amat menakjubkan . tak berapa lama kemudian saya telah sampai di puncak merapi, subhanaallah sungguh ciptaan Allah yang sangat indah sekali. Namun sesampai diatas kami merayakan dengan memakan apel kemenangan, tapi saya agak bingung karena sampai diatas bukanya pemandangan yangg luas , namun malah menemui kabut yang tebal. Tetapi seiring berjalanya waktu detik demi detik gunung berapi pun mulai mengepakan sayapnya untuk menghilangkan kabut yang tebal itu, dan terlihatlah dengan jelas isi di gunung merapi dan pemandangan di sekitar gunung merapi yang amat elok di pelupuk mata ini , sampai-sampai tak ingin berkedip untuk tidak melewatkan kesempatan emas ketika di puncak gunung merapi ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tak begitu lama kami lalu turun kembali ke camp , karena untuk ke puncak itu harus bergantian , tidak bisa semua orang langsung ke puncak semua . saat kami turun dari puncak kami mengisinya dengan bermain sand sky, tak terasa sudah sampai bawah ternyata, padahal tadi saat naik membutuhkan waktu 1 jam ternyata waktu turun hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Lalu kami beres-beres untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang, setelah kami packing  kami berdoa sejenak agar diberi keselamatan selama perjalanan pulang , pemandangan ketika pulang tak kalah bagusnya dengan di puncak merapi, pasalnya ketika mendaki ke atas gunung pada malam hari jadi tidak bisa melihat pemandangan di sekitar , namun waktu pulang kami dapat melihat pemandangan yang indah karena kami pulang pada siang hari,kita mulai jalan pada pukul 2.30 wib dan sampai di camp bayangan pada pukul 16.35 wib. Rasanya penat sekali tubuh ini, pingin sekali sampai dirumah untuk langsung tidur, setelah kami sholat dzuhur dan ashar lalu kami mulai meninggalkan camp bayangan pada pukul 17.15 wib, di perjalanan pulang saya sempat ketiduran di atas motor , untung saja saya waktu itu di boncengkan jadinya tidak masalah, alhamdulillah akhirnya sampai di rumah juga  kami sampai dirumah pada pukul 20.30 wib langsung saja saya mandi lalu sholat magrib dan isya’. Itulah pengalamanku ketika saya mendaki ke gunung merapi dan itu tidak akan terlupa seumur hidupku . sekian dulu cerita dari saya.

Assalamuallaikum

 

Select an Article

Share

Artikel Terbaru

Pantai Watu Lumbung, Lumbungnya Surga Gunung Kidul12 Feb 2016 02:00Pantai Watu Lumbung, Lumbungnya Surga Gunung Kidul

Gunung kidul merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi D. I. Yogyakarta. Terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, Gunung Kidul berbatasan langsung dengan Klaten, Sleman, Bantul. Di sebe [ ... ]

SUMBING DENGAN SEGALA KOMPLEKSITASNYA13 Oct 2014 08:47

“Ayo mendaki Pak Irfan!”, ajak waka Kesiswaan Pak Firman Hasa.  “Ayok lah…. Emang mau mendaki kemana?”, kataku bersemangat. “Gak ngerti juga. Enaknya dimana Pak?” “Lha siapa aja? U [ ... ]

Masjid 'Tiban' Malang10 Oct 2014 02:37Masjid 'Tiban' Malang

Masjid "Tiban" Malang terletak di desa Turen, Malang, Jawa Timur. Dinamakan masjid "Tiban" karena konon masjid ini tiba-tiba berdiri hanya dalam semalam saja. Ada isu yang beredar bahwa yang mendiri [ ... ]

FacebookTwitter

Login

Statistik Pengunjung

Hari ini113
Kemarin105
Minggu ini705
Bulan ini3407
Total275960